Senin, 30 Juni 2008
Berbagi pengalaman :
Air kolam berwarna hijau :
Saya mempunyai kolam ditempat terbuka yang langsung terkena sinar matahari, meskipun air kolam saya ganti dan telah menggunakan sistem filtrasi namun tetap air kolam saya berwarna hijau, namun sekarang tidak lagi....setelah membaca berbagai berbagai referensi, ternyata ada cara menghilangkan masalah itu, salah satunya dengan mengalirkan air baru terus menerus, tapi perlu diperhatikan debit air dalam kolam yang berasal dari air baru harus mengganti debit air kolam lama yang terbuang.
Pembersih kutu :
Koi terkena kutu adalah hal yang biasa, namun dapat membuat pusing kepala. Koi kita terasa gatal dan menggesek – gesekan ke dinding kolam, yang dapat menyebabkan luka dan mengurangi keindahan koi kita. Ada obat kutu dijual ditoko – toko ikan hias, namun yang saya tau obat itu juga dapat merusak micro organisme didalam kolam yang dibutuhkan koi, nah...cara yang paling aman adalah dengan memelihara ikan sumatra, dia memakan kutu tapi tidak membunuh micro organisme itu.
Benih koi mati tiap hari :
Koi hasil kita memijah, selama berumur satu bulan sering mati karena pengaruh perubahan suhu, keasaman air dan volume pakan. Namun yang paling sulit adalah perubahan suhu, mengungat kolam saya terbuka. Maka saya masukkan ijuk pemijahan kedalam kolam dengan maksud menjadi selimut koi, mungkin ada cara yang lebih baik, namun saya telah membuktikan sejak itu koi kecil saya tidak mati lagi, dan itu dapat dijadikan pertolongan pertama sebelum mengetahui tips yang lebih baik.
(sumber : enggarsasongko)
Selasa, 24 Juni 2008
memilih kohaku
Sudah menjadi acuan bahwa penilaian seekor ikan Koi berawal dan berakhir dengan KOHAKU
Mengapa, karena ini adalah jenis pertama yang menjadi patokan awal budidaya atau pembibitan diawal 1890an. Ini juga dapat diartikan bahwa seseorang yang belajar mengenai berbagai macam jenis Koi dan menjadi berpengalaman akan kembali menghargai KOHAKU sebagai sesuatu yang sederhana tapi sangat indah diantara jenis yang lain.
Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih kohaku adalah :
Tubuh ikan harus mempunyai warna dasar tubuh putih salju (biasa disebut SHIRO) dengan marking merah (HI)
Warna putihnya harus sempurna tanpa introduksi warna lain atau warna semu kekuningan atau pengaruh warna lainnya.
Hi ( marking merah )harus diantara warna pekat oranye sampai merah ferari tapi warna ini harus tebal dan cerah tanpa tanpa ada titik titik kecil. Warna hi harus sama dari kepala sampai buntut. (bias lihat contoh pada Seri Koi sebelumnya/marking dan Pattern)
Banyak juri lebih menyukai warna cerah oranye sampai merah cerah karena akan terlihat lebih indah, warna merah yang terlalu kelam terlihat agak kasar dan terlalu mencolok
Perlu dicatat Kohaku harus mempunyai marking ( Hi ) pada kepalanya
Pola ini harus secara artistic seimbang dan KIWA, atau garis garis pertemuan antara warna marking dan warna dasar tubuh harus terlihat jelas seperti potongan
Satu trend di Jepang mulai menghargai garis keturunan dan kiwa yang berhenti pada setiap ujung ujung sisik (Ini lebih complicated lagi, nanti saya akan berikan ulasan dilain kesempatan)
Pola warna yang masih tidak terlalu jelas pada kepala (biasa disebut SASHI) menunjukan bahwa ikan dapat menjadi lebih baik/improve dan kualitasnya masih mungkin meningkat dan mempunya penilaian tersendiri pada kontes kontes koi.
Sangat berpengaruh jika Koi mempunyai hidung yang putih dan tidak ada marking merah yang menyentuh buntut/sirip buntut (tail stop) dan sirip2 lainnya
Yang lebih pelik adalah bahwa kepala harus tidak sepenuhnya merah dan tidak pula turun ke wajah samping ikan. Atau dibawah garis lateral.
Hi yang berada dibawah garis lateral sangat tidak disukai, jika kita lihat tubuh koi dari samping garis lateral ini terlihat memanjang dari depan ke belakan.
marking pada kepala dan juga bibir bisa menambah keindahan ikan bila terlihat balance.
Hi yang ada pada sirip dada sama sekali tidak boleh ada tapi kembali lagi bagi penilai karena jika itu menambah keindahan dan terlihat seimbang ada saja yang memberikan penilaian.
Hi/marking pada sirip2 lain juga sangat tidak disukai dan biasanya manjadikan koi tidak mendapat katagori sebagai kohakuSanke/Taisho Sanshoku
